Minggu, 15 Mei 2016

DAFTAR JUDUL-JUDUL SKRIPSI JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA/TEKNOLOGI INFORMASI



  • 1.    Aplikasi Pemesanan Rental Mobil Darussalam Jaya Grup Banda Aceh dengan Layanan Web dan WAP.
    2.      Analisa & Perancangan Sistem Monitoring Inventaris Barang PT. LEN.
    3.      Sistem Aplikasi Try Out SPMB dan EBTANAS Berbasis Web Menggunakan PHP MySQL.
    4.      Aplikasi Logika Fuzzy untuk Prediksi Penyakit dengan Metode Criteria Decision Making.
    5.      Sistem Informasi Eksekutif untuk Perencanaan Tata Letak Anak Cabang Perusahaan (Studi Bank Aceh).
    6.      Perancangan Sistem Informasi Berbasis Web pada Perpustakaan Umum Daerah di Aceh.
    7.      Deteksi Muka Depan Manusia dari Sebuah Citra Berwarna dengan Template Matching.
    8.      Perangkat Lunak Sistem Informasi Pegawai PT. Stannia Bineka Jasa.
    9.      Perangkat Lunak Pemenuhan Kebutuhan Gizi pada Orang Sakit.
    10.  Implementasi SMS gateway dengan menggunakan bahasa alami dalam sistem informasi perdagangan (Studi Kasus Toko Amanna).
    11.  Aplikasi Algoritma Minimax pada Permainan Checkers.
    12.  Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Porsi Dana Investasi Portofolio dengan Model Indeks Tunggal.
    13.  Rancang Bangun Multiplayer Game Real Time Strategy Berbasis Macromedia Flash MX.
    14.  Sistem Informasi dan Analisa Akuntansi di PT. Prima Cipta Informatika Yogyakarta.
    15.  Penentuan Lokasi Optimal untuk Distribusi Unit Pelayanan Kesehatan (Puskesmas) dengan Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Aceh Besar,Aceh.
    16.  Rancang Bangun Sistem Informasi Geografis Daerah Pariwisata Propinsi Aceh Berbasis Web.
    17.  Rancang Bangun Aplikasi SMS Alert untuk Job Seeker (Studi Kasus di Alumni Career Center Unsyiah).
    18.  Membangun Sistem Perangkat Lunak untuk Efisiensi Biaya Proyek Pembangunan dengan Memanfaatkan FLOAT pada Metode Analisis Jaringan Kerja.
    19.  Pemanfaatan Fuzzy Linguistic Hedge sebagai Pengecek Tata Bahasa (Grammar) pada Kalimat yang Berbahasa Inggris
    20.  Permainan Minesweeper dengan Komputer sebagai Pemainnya Menggunakan Metode Heuristik.
    21.  Rancang Bangun Aplikasi Mobile untuk Pembayaran Listrik, Air, dan Telepon dengan Java 2 Micro Edition (J2ME).
    22.  Rancang Bangun Aplikasi Game Perang Pesawat dengan Menggunakan Macromedia Flash MX.
    23.  Rancang Bangun Aplikasi Game Merapikan Kamar Menggunakan Bahasa Action Script pada Macromedia Flash MX.
    24.  Pengkelasan Bentuk Kromosom dengan Menggunakan Metode Fuzzy Membership-Roster.
    25.  Aplikasi untuk Knowledge Management pada Perusahaan Pelayanan Kesehatan Berbasis Web menggunakan PHP.
    26.  Sistem Informasi Perusahaan Terpadu Berbasis Web.
    27.  Rancang Bangun Sistem Informasi Eksekutif (SIE) Studi Kasus pada Koperasi Unit Desa (KUD) Sukamakmur, Desa tantuha, Kec. Simpang Tiga, Kab.Aceh Besar, Aceh.
    28.  Aplikasi Sistem Pakar untuk Diagnosa Penyakit Kulit dan Pengobatannya dengan Basis Pengetahuan yang Dinamis.
    29.  Pengembangan e-Catalogue dengan Metode Pengembangan Berorientasi Objek.
    30.  Membangun Aplikasi Multimedia Edukatif-Games sebagai Alat Bantu Belajar.
    31.  Rancang Bangun Alat Bantu Ajar Matematika untuk Anak-Anak dengan Macromedia Flash MX.
    32.  Rancang Bangun Aplikasi Action and Strategy Games Pasukan Anti Teroris Menggunakan Teknologi J2ME.
    33.  Aplikasi Pengolahan Data Keuangan Usaha Toko Badan Keuangan Muslim (BKM) STT Telkom Berbasis Web.
    34.  Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Material Requirement Planning di PT. Dehatex.
    35.  Perangkat Lunak Sistem Pelayanan Perijinan Departemen Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia.
    36.  Pusat Informasi Narkotik dan Obat-Obatan (Narkoba) Berbasis Web.
    37.  Pembuatan Aplikasi Manajemen Pelaporan Error dalam Pembangunan Corporate Portal Software di PT. Ebdesk Indonesia.
    38.  Pembuatan Aplikasi Distance Learning Mengenai Activity Based Costing Basic.
    39.  Implementasi Sistem Edutainment Berbasis Web.
    40.  Analisa & Perancangan Sistem Informasi Perpustakaan PT. Omedata Electronics Bandung.
    41.  Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Perpustakaan STT Telkom Berbasis Web.
    42.  Analisa dan Implementasi Linux Clustering dengan menggunakan PVM.
    43.  Aplikasi Penjadwalan Pengajaran Menggunakan Algoritma Genetika (Contoh Kasus SMAN 1 Sukamakmur).
    44.  Analisa Perbandingan E-Commerce dengan kolaborasi Antara E-Commerce dan Epinion (Studi Kasus : IDC Nusantara INTI).
    45.  Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Seleksi Pengangkatan Calon Kepala Sekolah SMP/SMA Negeri Pada Dinas Pendidikan Dan Olahraga Daerah Aceh.
    46.  Analisis dan Implementasi Aplikasi Bursa Kerja di Propinsi Aceh Berbasis Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan (SPPK) (Studi Kasus Kota Banda Aceh).
    47.  Analisis dan Implementasi Aplikasi Survey Data Pelanggan PLN Menggunakan PDA dan GPS.
    48.  Analisis dan Simulasi Channel Switching Pada Mobile Live Multi-Channel TV Streaming.
    49.  Analisa Pemanfaatan Protokol TCP Melalui Media Satelit dan Implementasi Perangkat Lunak Simulasinya.
    50.  Analisa Study Topology Jaringan Ring & Mesh Kota Syariat Islam dengan Study Kasus Kota Banda Aceh.

Rabu, 11 Mei 2016

Operating Sistem Support


SYSTEM OPERASI PENDUKUNG

            Sistem operasi adalah software yang mengontrol pelaksanaan program-program computer, yaitu dengan mengukur waktu proses pengecekan kesalahan, mengontrol input dan multioutput, melakukan perhitungan, penyimpanan dan pengolahan data, serta berbagai bentuk layanan yang terkait dengan sistem operasi data.
                        Dalam sebuah sistem operasi, seperti yang di jelaskan  diatas bahwa ada sebuah proses yang dilakukan pada sebuah sistem operasi. Pada proses itu tentu ada pendukung supaya proses dalam sistem operasi tersebut dapat berjalan sesuai jalurnya. Jadi, dalam sistem operasi terdapat pendukung-pendukung dalam melakukan proses kerja sistem operasi yang mengatur waktu proses pengecekan kesalahan, mengontrol input dan multi output,melakukan perhitungan,dll.
Umumnya sebuah sistem operasi  mempunyai pendukung sebagai berikut :
1.      Manejemen proses
2.      Manejemen memori utama
3.      Manajemen utama
4.      Manajemen system i/o
5.      Manajemen penyimpanan
6.      System proteksi
7.      Jaringan
8.      Command-interpreted system







           Manejemen proses
           
            Proses merupakan konsep pokok di system operasi. Terdapat beberapa definisi proses diantaranya :
·         Proses adalah program yang sedang di eksekusi.
·         Proses adalah unit kerja terkecil yang secara individual memiliki sumber-sumber data.
           
            Sumber data dapat berupa CPU time,memori,berkas-berkas,dan perangkat I/O.

Manajemen memori utama
           
            Memori utama adalah sebuah array dari word atau byte,yang ukurannya mencapai ratusan,ribuan,atau bahkan jutaan. Setiap byte atau word mmpunyai alamat tersendiri. Memori utama berfungsi sebagai tempat penyimpanan data yang akses datanya digunakan pada CPU dan perangkat I/O lainya.

Manajemen berkas
           
            Berkas adalah kumpulan informasi yang saling berhubungan.Umumnya berkas mempresentasikan program dan data.berkas mempunyai struktur yang bersifat hirarkis. System operasi mengimplementasikan konsep abstrak dengan mengatur media penyimpanan massa,misalnya tapes dan disk system operasi bertanggung jawab dalam melakukan aktivitas yang berhubungan dengan manajemen berkas yaitu pada pembuatan dan penghapusan berkas, direktori, Mendukung memanipulasi berkas dan direktori, memetakan berkas ke penampilan sekunder, memback up semua berkas ke media penyimpanan yang permanen.

Manajemen system I/O
           
            Sering disebut device manager. Menyediakan driver yang umum sehingga operasi I/O dapat seragam. Manajemen system I/O merupakan aspek perancangan system operasi yang terluas dan sangat beragam perangkatnya dan begitu banyaknya aplikasi dari perangkat-perangkat yang masuk dalam sebuah komputer. Sistem operasi bertanggung jawab dalam aktifitas yang berhubungan dengan manajemen system I/O seperti mengirim perintah ke perangkat I/O agar menyediakan layanan, menangani intruksi perangkat i/o, menangani kesalahan pada perangkat i/o,menyediakan antar muka ke pengguna.

Manajemen penyimpanan sekunder
           
            Tidak jauh beda dengan memori utama. Manajemen ini bersifat permanen dan mampu menampeng banyak data,sebagai back-utama. Contoh penyimpanan sekunder adalah hard-disk,disket,dll.sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas yang berkaitan dengan menejemen penyimpanan sekunder seperti manajemen ruang kosong alokasi penyimpanan penjadwaan disk.

Sistem proteksi
           
            proteksi mengacu pada mekanisme untuk mengontrol akses yang dilakukan oleh sebuah  program atau pengamanan dalam  prosesor atau pengguna ke sistem sumber data. Mekanisme proteksi harus membedakan antara penggunaan yang sudah diberi izin dan yang belum. Menspesifikasi control untuk ditugaskan menyediakan alat untuk pemberlakuan sistem.

Jaringan
           
            Suatu prosesor akan terhubung melalui jaringan komunikasi. System terdistribusi menyediakan akses pengguna ke bermacam sumber data system. Akses tersebut menyebabkan meningkatnya kecepatan dan kemampuan penyediaan data.

Comman-interprter system
           
            System operasi menunggu instruksi dari pengguna command driven. Control-card interpreter adalah Program yang membaca intruksi dan  mengartikan control statements,atau juga dikenal sebagai shell. Command-Interpreter Sistem sangat bervariasi dari satu sistem operasi ke sistem operasi yang lain dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi perangkat I/O yang ada. Contohnya : Cli, Windows, Pen-based touch, dll.
            Perlu diketahui bahwa dalam menejemen tersebut itulah yang mendukung system operasi dalam melakukan sebuah proses, baik itu proses melakukan perhitungan ,melakukan input output dll. Setelah dilakukannya akan ada layanan pada system operasi yang akan aktif. Pada umumnya, system operasi terdiri dari menejemen proses, menejemen memori utama, menejemen berkas, menejemen system i/o, manajemen sekunder, system proteksi, jaringan dan command-interpreter system.

Contoh system operasi computer adalah misalnya, windows, linux, macos, dan lain-lain

Kamis, 05 Mei 2016

Remaja Merokok dan Data Statistik



Menurut publikasi BPS  tahun 2014

 
65 juta penduduk Indonesia atau sekitar 28 persen orang Indonesia menjadi perokok.

                                            
 Presentase Remaja Perokok di Indonesia

Di indonesia, presentase jumlah remaja yang merokok adalah:
- 9,4% berusia 10-14 tahun.
- 59,1 % remaja berusia 15-19 tahun.
- 23,8 % berusia 20-24 tahun.

Alasan Remaja Merokok

1. Faktor orangtua dan keluarga
2. Teman yang merokok
3. Pribadi masing-masing
4. Iklan rokok yang persuasi


  Sumber :      https://fransis.wordpress.com/category/kesehatan/page/5/
                      http://www.cancerhelps.co.id/id/hot-news/255.html
                   http://freedomofme.multiply.com/journal/item/186/Masih_remaja_kok_sudah_merokok

Minggu, 01 Mei 2016

sensus penduduk indonesia



SENSUS PENDUDUK INDONESIA
1.Tahun 2010
Penduduk Indonesia berdasar sensus 2010 mencapai 237,641,326 yang terdiri atas 119,630,913 penduduk laki-laki dan 118,010,413 penduduk perempuan. Data yang dipublikasikan melalui website BPS http://www.bps.go.id, menyebutkan penduduk terbanyak menurut provinsi adalah provinsi Jawa Barat kemudian Jawa Timur.
Lima provinsi dengan penduduk terbesar adalah:
  1. Jawa Barat              43,053,732
  2. Jawa Timur              37,476,757
  3. Jawa Tengah          32,382,657
  4. Sumatera Utara       12,982,204
  5. Banten                     10,632,166

Berikut data penduduk hasil sensus 2010 tiap provinsi yang dirinci menurut jenis kelamin.
Untuk mengetahui jumlah penduduk tiap kab/kota, silakan klik nama provinsi.
No
Provinsi/Province
Jumlah Penduduk/Population
Jumlah
/Total
Laki-laki/ Male
Perempuan/ Female
1
2,248,952
2,245,458
4,494,410
2
6,483,354
6,498,850
12,982,204
3
2,404,377
2,442,532
4,846,909
4
2,853,168
2,685,199
5,538,367
5
1,581,110
1,511,155
3,092,265
6
3,792,647
3,657,747
7,450,394
7
877,159
838,359
1,715,518
8
3,916,622
3,691,783
7,608,405
9
635,094
588,202
1,223,296
10
862,144
817,019
1,679,163
11
4,870,938
4,736,849
9,607,787
12
21,907,040
21,146,692
43,053,732
13
16,091,112
16,291,545
32,382,657
14
1,708,910
1,748,581
3,457,491
15
18,503,516
18,973,241
37,476,757
16
5,439,148
5,193,018
10,632,166
17
1,961,348
1,929,409
3,890,757
18
2,183,646
2,316,566
4,500,212
19
2,326,487
2,357,340
4,683,827
20
2,246,903
2,149,080
4,395,983
21
1,153,743
1,058,346
2,212,089
22
1,836,210
1,790,406
3,626,616
23
1,871,690
1,681,453
3,553,143
24
1,159,903
1,110,693
2,270,596
25
1,350,844
1,284,165
2,635,009
26
3,924,431
4,110,345
8,034,776
27
1,121,826
1,110,760
2,232,586
28
521,914
518,250
1,040,164
29
581,526
577,125
1,158,651
30
775,477
758,029
1,533,506
31
531,393
506,694
1,038,087
32
402,398
358,024
760,422
33
1,505,883
1,327,498
2,833,381
Jumlah/Total
119,630,913
118,010,413
237,641,326

2.Tahun 2011
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2011 ini adalah 237.641.326 jiwa. Dengan populasi sebesar itu Indonesia menduduki peringkat ke empat negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia di bawah RRC, India dan Amerika Serikat.
Dari 230 juta penduduk Indonesia berdasarkan komposisi gender, terdiri dari 119,5 juta berjenis kelamin lelaki dan 118 juta adalah wanita. Dari tahun ke tahun rasio perbandingan antara pria dan wanita terus meningkat. Propinsi Nusa Tenggara Barat adalah propinsi dengan jumlah wanita terbanyak dengan rasio 94 : 100, sedangkan Kabupaten Lombok Timur menduduki peringkat terendah dengan rasio 87 : 100.
Dari jumlah penduduk sebanyak itu, 58 % di antaranya menempati Pulau Jawa yang mempunyai luas wilayah hanya 7 % dari keseluruhan luas wilayah Indonesia. Tiga propinsi dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Jawa Barat 43 juta, Jawa Timur 37,4 juta dan Jawa Tengan dengan 32,3 juta.
Meski menjadi pulau terpadat di Indonesia, menariknya laju pertumbuhan di Jawa adalah yang terendah, dengan dua propinsi mempunyai laju pertumbuhan terendah yaitu Jawa Tengah (0,37 %) dan Jawa Timur (0,76 %). Sebaliknya jumlah penduduk di Nusa Tenggara, Maluku dan Papua bila digabungkan hanyalah sebesar 7 % dari keseluruhan luas penduduk Indonesia.
Laju pertumbuhan penduduk tertinggi terdapat di Propinsi Kepulauan Riau dengan (4,99 %), Riau (3,59 %) dan Papua (5,46 %). Khusus untuk Papua, jika dibandingkan dengan data pada tahun 1970, propinsi ini mencatat kenaikan laju pertambahan penduduk yang cukup fantastis, yaitu dari 2,6 % menjadi 5,46 %. Sedangkan Lampung turun dari 5,77 % menjadi 1,23 %.
Rata-rata tingkat kepadatan penduduk Indonesia adalah 124 orang per km2, naik sebanyak dua kali lipat dibandingkan dengan 1971 yaitu 62 orang per km2. Tentu saja Pulau Jawa adalah yang terpadat, dengan pusatnya di DKI Jakarta yaitu 14.440 orang/km2, disusul di tempat kedua adalah Bali dengan kepadatan 673 orang/km2.
Pertambahan penduduk Indonesia setiap 10 tahun adalah rata-rata 30 juta jiwa atau 3 juta per tahun. Dengan demikian pada setiap tahunnya pertambahan penduduk negara kita adalah sebesar negara Singapura.
3.Tahun 2012
Penduduk Indonesia menurut hasil Sensus Penduduk (SP) 2010 sebesar 237,64 juta orang. Jumlah penduduk Indonesia tahun 2012 adalah 245,425 juta jiwa, yang diperoleh dari proyeksi SP 2010.
2.1. Komposisi Penduduk
Keadaan penduduk tahun 2012 menunjukkan bahwa secara nasional penduduk perempuan lebih sedikit dibandingkan laki-laki. Persentase penduduk perempuan sebesar 49,65 persen sedangkan lakilaki sebesar 50,35 persen. Jika dilihat berdasarkan daerah tempat tinggal, baik di perkotaan maupun di perdesaan penduduk perempuan juga lebih sedikit jumlahnya dibandingkan laki-laki.
Perbandingan jumlah penduduk perempuan dengan laki-laki dapat disajikan melalui angka sex ratio. Sex ratio penduduk Indonesia sebesar 101,42. Artinya dari setiap 100 penduduk perempuan terdapat 101 penduduk laki-laki. Angka sex ratio yang lebih besar dari 100 ini menunjukkan bahwa jumlah penduduk laki-laki lebih besar dari penduduk perempuan.
Hampir semua provinsi angka sex ratio nya diatas 100 atau penduduk laki-lakinya lebih besar dibandingkan dengan penduduk perempuan. Ada 8 provinsi dengan angka sex ratio dibawah 100 yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan dimana jumlah penduduknya lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki (Tabel Lampiran 2.1).
Distribusi penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin dapat digambarkan dalam bentuk piramida penduduk, seperti pada Gambar 2.1 s/d 2.3. Gambar tersebut menunjukkan bahwa struktur umur penduduk Indonesia didominasi oleh penduduk muda yang ditandai dengan bagian bawah piramida yang relatif lebar. Secara nasional, frekuensi terbesar untuk penduduk laki-laki berada pada kelompok umur 10-14 tahun sedangkan penduduk perempuan berada di kelompok umur 25-29 tahun (Gambar 2.3).
Bagi sebagian penduduk terutama penduduk usia produktif, masih beranggapan bahwa daerah perkotaan jauh lebih menarik dibandingkan daerah perdesaan, fenomena tersebut tercermin pada Gambar 2.1 dan Gambar 2.2. Persentase penduduk berumur 20-24 dan 25-29 tahun lebih tinggi di daerah perkotaan baik penduduk perempuan (18,46 persen) maupun penduduk laki-laki (18,16 persen) dibandingkan dengan di daerah perdesaan yang hanya 16,32 persen penduduk perempuan dan 15,85 persen penduduk laki-laki (Tabel Lampiran 2.3). Hal ini sejalan dengan anggapan bahwa kesempatan kerja di perkotaan jauh lebih banyak dibandingkan dengan kesempatan kerja di perdesaan sehingga penduduk usia kerja lebih banyak berada di daerah perkotaan.
Sumber : BPS RI, Susenas 2012
4.tahun 2013
dinamika sudah masuk menjadi sebuah isu namun sudah menjadi faktor yang terjadi karena penduduk itu harus direkayasa.Misalnya, penduduk Indonesia berjumlah 200 juta jiwa bisa direkayasa menjadi 185 juta jiwa.
Hal ini dikatakan oleh Pelaksana Tugas Kepala BKKBN,Sudibyo Alimusa dalam Diskusi dua mingguan Pimpinan BKKBN dengan Jurnalis dan sosialisasi lomba karya tulis bagi jurnalis,penulis media cetak,online dan radio di kantor BKKBN,Jakarta,Senin (25/2).
Menurutnya,dinamika kependudukan itu komponennya ada tiga bagian yakni,Fertilitas,Mortalitas dan Mobilitas."Dinamika ini salah satu bagian dari situasi kependudukan Indonesia dan selain itu ada kuantitas dan kualitas," jelasnya.
Lebih lanjut,Dia menjelaskan,kalau kuantitas jangan hanya dilihat dari jumlah penduduk saja,karena kalau dilihat hanya dalam jumlah saja tapi strukturnya tidak tahu."Jadi struktur itu sangat penting untuk diprioritaskan," ungkapnya.
Tahun 2013 ini,kata Sudibyo,penduduk Indonesia diperkirakan berjumlah 250 juta jiwa."Jadi jumlah penduduk Indonesia hanya mengalami kenaikan sedikit saja," tuturnya.
Kemudian untuk struktur penduduk Indonesia,tambah Sudibyo,telah mengalami yang namanya Triple Burden diantaranya,Lansia sekitar 7,59 persen,Angkatan Kerja 63,54 persen dan Usia sekolah serta Balita 28,87 persen."Struktur penduduk Indonesia itu seperti sebuah candi Borobudur.Namun kita menginginkan struktur penduduk Indonesia seperti candi Prambanan," ungkapnya.
Dalam acara Diskusi dua mingguan ini,BKKBN mengangkat tema "Hasil Sementara SDKI 2012 dan Implikasinya Terhadap Program Kependudukan dan KB" yang dihadiri oleh Plt.Kepala BKKBN,Sudibyo Alimusa serta Arswendo Atmowiloto dan M.Sobary yang sekaligus mensosialisasikan lomba karya tulis bagi jurnalis dari berbagai media baik media cetak,online dan radio.(SR)

5.Tahun 2014 dan 2015
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan berdasarkan data Susenas 2014 dan 2015, jumlah penduduk Indonesia mencapai 254,9 juta jiwa.
Data BPS menunjukkan, dari total tersebut, penduduk laki-laki mencapai 128,1 juta jiwa sementara perempuan sebanyak 126,8 juta jiwa.
“Jumlah tersebut naik dari 2014 yang berjumlah 252 juta jiwa,” demikian seperti keterangan tertulis BPS, Jumat (20/11/2015) dikutip finansial.bisnis.com.
Selain itu, BPS menunjukkan, rasio jenis kelamin penduduk Indonesia pada 2014 dan 2015 realatif sama, yaitu sebesar 101,02 dan 101. Rasio jenis kelamin, BPS menuliskan, menunjukkan bahwa dari 100 penduduk perempuan terdapat 101 penduduk laki-laki.
Adapun, komposisi penduduk kota atau desa menunjukkan penduduk Indonesia pada 2015 lebih banyak di pedesaan, yakni 128,5 juta jiwa. Sementara di perkotaan besar hanya sebanyak 126,3 juta jiwa.
Meskipun jumlah penduduk di pedesaan lebih besar, pertambahan penduduk dari 2014 ke 2015 di perkotaan lebih besar dibandingkan dengan perdesaan. Tercatat, pertambahan penduduk di perkotaan mencapai 1,75% sementara di perdesaan 0,52%.

GRAFIK PENDUDUK INDONESIA